Gagal Ginjal Kronik di Jawa Tengah

Gagal Ginjal Kronik di Jawa Tengah, Ginjal merupakan salah satu dari beberapa organ vital dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring racun dan zat – zat sisa dalam darah, menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh, serta menjaga konsentrasi elektrolit dan keseimbangan asam basa.

Selain itu ginjal juga menghasilkan hormon yang membantu untuk memprodukasi sel darah merah. Ketika ginjal mengalami gangguan atau rusak, kotoran dan zat-zat yang tidak berguna lainnya akan menumpuk di dalam tubuh, dan menghasilkan banyak gangguan kesehatan seperti pembengkakan pada bagian pergelangan kaki, muntah-muntah, merasa lemas, sesak napas, dan kurang tidur. Kerusakan ginjal merupakan kondisi yang berbahaya yang mana jika tidak ditangani, ginjal bisa berhenti berfungsi. Jika ginjal berhenti berfungsi, akibatnya bisa mematikan.

Menurut hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, Penyakit Ginjal Kronis merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal dan sebanyak 1.499.400 penduduk menderita Batu Ginjal (Rikesda, 2013).

Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) dicetuskan pertama kali oleh Joel Kopple, seorang pendiri IFKF (Internasional Federation of Kidney Foundation), pada musim panas 2003. Ia berpendapat bahwa penyakit ginjal kronik adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat kurang mendapat perhatian dari pemerintah, terbukti dengan jarangnya dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan masalah kesehatan ginjal. Usulan tersebut baru disetujui oleh ISN (Internasional Society of Nephrology) pada tahun 2005. Akhirnya peringatan WKD I jatuh pada tanggal 7 Maret 2006 dan akan diperingati setiap tahun pada hari Kamis minggu kedua pada bulan Maret. Untuk tahun ini Hari Ginjal Sedunia jatuh pada tanggal 9 Maret 2017 dengan tema “Kidney Disease and Obesity : Healthy Lifestyle for Healthy Kidneys”.
Mengapa obesitas diangkat dalam tema WKD tahun ini karena semakin gemuk (obese) seseorang, semakin besar pula risiko sesorang mengalami gangguan dalam tubuhnya salah satunya adalah hipertensi. Hubungan hipertensi dengan gagal ginjal adalah bila tekanan darah melebihi 140 mmHg/90 mmHg maka aliran darah ke ginjal akan terganggu yang berakibat fungsi ginjal akan terganggu atau berhenti sama sekali (gagal ginjal)
Hasil data Kementerian Kesehatan RI mengenai penyakit katastropik, jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung dalam hal jumlah penderita, dengan pertumbuhan hampir 100 persen dari tahun 2014 – 2015. Salah satu kondisi yang berperan besar terhadap peningkatan penyakit katastropik, termasuk penyakit ginjal kronik adalah obesitas (kegemukan).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi penduduk dewasa (>18 tahun) dengan kelebihan berat badan mencapai 28,9 persen, yaitu berat badan lebih sebesar 13,5 persen dan obesitas sebesar 15,4 persen.
Angka tersebut terus meningkat di tahun 2016, berdasarkan Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas), angka total menjadi 33,5 persen, masing-masing berat badan lebih sebesar 12,8 persen dan obesitas sebesar 20,7 persen. Berdasarkan data 7th Report of Indonesian Renal Registry tahun 2014 menunjukkan 56% penderita penyakit ginjal adalah penduduk usia produktif dibawah 55 tahun.

Konsekuensinya, biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung pemerintah melalui JKN untuk penderita gagal ginjal kronik juga sangat tinggi, mencapai Rp. 2,68 triliun di tahun 2015.

Dari data di atas mengingatkan kita akan pentingnya perilaku hidup sehat untuk mencegah penyakit ginjal dan obesitas yang meliputi konsumsi makan makanan sehat (rendah lemak, rendah garam, dan tinggi serat), melakukan aktivitas fisik teratur, kontrol tekanan darah dan gula darah secara rutin atau minimal 1 kali dalam setahun, monitor berat badan dan mempertahankan berat badan normal, serta mencegah obesitas, minum air putih minimal 2 liter per hari, tidak mengkonsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan, dan tidak merokok.

Yuk dari sekarang kita tingkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Selain itu untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat bahwa penyakit ginjal kronis adalah penyakit yang bisa ditangani dengan baik bila diagnosa ditegakkan secara dini.